Parket Kayu Lebih Kokoh dan Bendung Lama

parket kayu

Plavon PVC – Di Indonesia, ada dua tipe kayu untuk parket, merupakan kayu solid dan kayu olahan atau hasil rekayasa (engineer). Keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing masing. Berdasarkan pemilik Muziparquet, Wong Tjun Sien, kayu solid yaitu kayu utuh dari atas hingga bawa dengan ketebalan sekitar 15 milimeter.

Kayu yang umum diaplikasikan dan paling diburu yakni Jati, Merbau, Kempas, Sonokeling. “Empat kayu ini layak untuk diciptakan parket, sebab seratnya baik. Kayu-kayu ini tak mudah kembang susut,” ujar Wong terhadap.

Wong juga mengatakan, kayu-kayu hal yang demikian bendung lama sebab tak gampang dimakan oleh rayap. Kayu solid untuk parket, tambah ia, tak boleh sembarang. Pasalnya, kayu meski keras, dikala diciptakan parket tak senantiasa layak.

Kelebihan kayu solid, merupakan dapat diberikan pelapis (finishing) berulang kali malah hingga 6 kali. Tiap kali finishing, kayu solid akan berkurang satu milimeter. Sehingga dalam lima kali finishing, karenanya terkupas lima milimeter.

Sedangkan demikian, usia solid cukup panjang apabila digunakan di rumah. Ini lantaran kesibukan orang berlalu lalang di rumah tak banyak. Penghuni bahkan cenderung lebih apik memakainya. Kayu solid juga lebih kokoh dan bendung dengan bobot yang berat. Tetapi semacam itu, kayu ragam ini bukannya tak mempunyai kekurangan.

Berdasarkan Wong kekurangan kayu solid yakni tak dapat dipasang pada lantai bawah tanah. Lantai ini mempunyai kelembaban yang lebih tinggi dibandingi lantai dasar. “Nanti uap airnya masuk ke kayu. Kayu dapat sembab. Jika telah sembab, pasti awut-awutan,” terang Wong. Sementara itu, kayu olahan dapat menutupi kekurangan kayu solid. Kayu olahan tak sepenuh solid dan cuma dilapis pada komponen atasnya saja. Kayu ini juga lebih stabil sehingga dapat diletakkan di lantai manapun.

Harganya juga jauh lebih murah dibandingi dengan kayu solid. Kekurangannya, kayu ini tak sekokoh solid yang lebih tebal. Parket engineer cuma mempunyai ketebalan sekitar 3 milimeter. Sehingga, cuma dapat di-finishing optimal dua kali. “Jika dibuang dua kali, berkurang dua milimeter. Jadi sisanya cuma satu milimeter ini tak dapat di-finishing lagi,” ucap Wong.