Indonesia Saat Ini Mengincar Teknologi Canggih Blockchain

blockchain indonesia

 

Selama 10 tahun usia cryptocurrency Bitcoin eksis, dan dunia tengah berlaga-pertandingan mengoptimalkan teknologi canggih di baliknya. Tidak terkecuali Indonesia.

“Pun untuk IT kita telah berdaya upaya apakah nanti moving ke blockchain juga sebab memang informasi dari elektronik banking ini yakni keamanan,” kata Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo dikala berkunjung ke redaksi Kami sebagian waktu lalu.

Ungkapan Bos Bank Mandiri hal yang demikian mengisyaratkan sebuah penemuan masa depan. Beberapa yang sama terjadi di dunia. Industri perbankan dunia malah tengah berlaga-pertandingan mengadopsi kecanggihan dari teknologi yang menjadi dasar transaksi Bitcoin hal yang demikian.

Baca Juga: bitcoin indonesia

Bank Indonesia (BI) sendiri mengaku terus mengerjakan kajian berkaitan virtual currency dan teknologi di belakangnya ialah Blockchain. Bukan hal mustahil sekiranya nantinya teknologi Blockchain dapat dipakai di berjenis-jenis bidang.

“Perkembangan teknologi sudah menunjang berjenis-jenis perubahan dalam perekonomian. Salah satu penemuan yang berkembang yakni virtual currency (VC) yang dimotori oleh teknologi distributed ledger dengan memakai blockchain. VC menarik antusiasme masyarakat global untuk mempunyai dan memperdagangkannya. Situasi VC yang familiar dan memiliki kapitalisasi pasar terbesar yakni Bitcoin dan Ethereum,” demikian penjelasan BI.

Penjelasan BI hal yang demikian tertuang dalam Laporan Perkembangan Sistem Makroekonomi, Moneter, Metode Keuangan, Metode Pembayaran dan Pengedaran Uang Rupiah terupdate yang disajikan oleh Gubernur BI Perry Warjiyo seperti dikutip, Rabu (11/7/2018) lalu.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Blockchain Indonesia Pandu Sastrowardoyo menyuarakan perkembangan Blockchain di Indonesia amat pesat sekali dikala ini.

“Banyak sekali industri yang mengamati blockchain ini sebagai solusi. Ketika, hakekatnya dikala ini telah ada sebagian perusahaan yang memakai blockchain untuk menolong petani untuk menuntaskan situasi sulit logistik di agriculture,” kata Pandu dikala dihubungi pada hari, Sabtu (3/11/2018) lalu.

“Banyak juga dari perbankan dari perusahaan logistik yang belajar untuk mengaplikasikan dan mengimplementasi blockchain,” imbuhnya.

Pandu mengatakan, seharusnya dapat dibedakan antara Bitcoin atau cryptocurrency di belakangnya ialah Blockchain. Blockchain itu, sambungnya positif sekali untuk dipakai.

Meskipun ini, berdasarkan Pandu, Asosiasi telah banyak berbincang dengan regulator seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) hingga Bappebti dalam progres pengaplikasian blockchain di industri.

“Negara seperti Singapura telah banyak perusahaan di sana yang memakai teknologi blockchain. Blockchain itu berbeda dengan cryptocurrency. Kemenkominfo sendiri hakekatnya dapat mengaplikasikan blockchain untuk koordinasi antar instansi Kementerian lainnya,” imbuhnya.

Perusahaan logistik dunia seperti Maersk bersama IBM mengoptimalkan TradeLens. Sebuah solusi keamanan dan efisiensi dari shipping dengan memakai teknologi blockchain. Kemudian, sebagian perusahaan besar lainnya.

“Ketika perbankan dalam negeri masih pada jenjang testing project dengan memakai blockchain, tapi bukan berarti nantinya teknologi ini diadopsi secara luas di Indonesia,” papar Pandu.

Meskipun ini, Asosiasi Blockchain Indonesia telah mempunyai 9 member. Di mana hakekatnya telah ada ratusan yang berkeinginan bergabung.

“Interest-nya cukup riil dalam pengaplikasian teknologi blockchain. Semoga ke depan pemerintah dan perusahaan-perusahaan lain di dalam negeri dapat lebih aware dan memakai teknologi blockchain sebagai solusi,” kata Pandu.

Lebih jauh Pandu mengatakan, blockchain pada dasarnya dapat dipakai di banyak industri. Dari Perusahaan telekomunikasi, agriculture atau pertanian, logistik, malah edukasi. Dengan berkembangnya blockchain di Indonesia, nantinya negara tak akan jauh ketinggalan dari negara lain yang telah banyak memakai teknologi di balik tenarnya Bitcoin hal yang demikian.

 

Baca Juga: blockchain indonesia