Perlukah Menggunakan Car Seat untuk Bayi di Mobil?

Sekilas, sepertinya bukan hal yang sulit dilakukan bersama bayi memakai kendaraan beroda empat. Banyak orang tua yang masih berdaya mencoba bayi yang bertubuh kecil cukup aman di pangkuan dan dekapan.

Faktanya, sistem ini tak aman. Alasannya? Dikala terjadi kecelakaan, hentakan keras bisa membikin tubuh bayi terjepit tubuh orang dewasa yang menggendongnya, atau malah terhempas ke depan. Sabuk pengaman yang dirancang untuk tubuh buah hati-anakpun dapat memunculkan risiko bayi tercekik.

Untuk keamanan si buah hati dikala bepergian dengan kendaraan beroda empat, pakai kursi mobil bayi . Karena aman akan dirancang khusus untuk kendaraan beroda empat, mendudukkan bayi pada kursi mobil akan melatih kemandirian bayi sebab dia akan belajar duduk di dalam kendaraan beroda empat.

Menurut jenisnya, car seat dibagi menjadi tiga ragam, merupakan (1) infant car seat untuk bayi umur 0-1 tahun, dengan berat badan optimal 10 kg yang dirancang supaya bisa diputar hingga 45 derajat, (2) toddler car seat yang dirancang untuk balita umur 1-4 tahun dengan berat badan antara 10-20 kg, serta (3) young children car seat, yang bisa diaplikasikan untuk buah hati umur 4-8 tahun dengan berat badan lebih dari 20 kg.

Baca dan pahami tanda pemakaian car seat, simpan tanda pemakaian di dalam kendaraan beroda empat, dan lakukan hal berikut dikala memakai car seat:

1. Cek berat badan buah hati

Ada ragam car seat yang dapat membendung berat badan hingga 9 kg dan lazimnya diperuntukkan bagi bayi. Ada juga yang dapat membendung muatan sampai 18 kg dan dapat diaplikasikan sampai balita. Jangan paksakan kalau car seat kelihatan sempit dikala diaplikasikan atau kalau kepala buah hati melebihi komponen atas car seat. Itu tandanya car seat telah kekecilan.

2. Pasang dengan benar

Pastikan car seat terpasang di jok kendaraan beroda empat dan tak bergeser sejauh 1 inci. Pasang sabuk pengaman dengan benar. Pastikan sabuk berbunyi ‘klik’ dikala mengunci dan cek sistem kerjanya minimal dua pekan sekali.

3. Letakkan di jok belakang

Ada kendaraan beroda empat yang didesain mengeluarkan air bag sekiranya terjadi benturan. Ini membahayakan bagi bayi sekiranya car seat dipasang di jok depan sebab bayi jadi susah bernapas dikala air bag mengembang. Sebab itu, senantiasa tempatkan car seat di jok belakang.

4. Hadapkan bayi ke belakang

Hadapkan bayi ke belakang sampai dia berusia satu tahun atau mempunyai berat 9 kg supaya komponen kepala, tulang leher, dan tulang belakang bayi terlindungi sekiranya kecelakaan terjadi. Si di atas umur satu tahun atau mempunyai berat badan 9-18 kg boleh duduk menghadap depan supaya tersedia ruang untuk kakinya menekuk.

Jangan terlalu termotivasi beralih dari car seat ke booster seat atau daerah duduk tambahan yang mempertinggi posisi duduk buah hati supaya dia dapat memakai sabuk pengaman standar dengan aman dan nyaman.

Kursi booster baru bisa diaplikasikan dikala buah hati diberi tahun atau memiliki badan tinggi 1,45 meter. Kursi pendorong Penerapan yang lebih awal dapat menimbulkan risiko mencekik sebab sabuk pengaman belum ideal melalui bahu dan perut buah hati.

Jadi, apakah Anda masih ragu menggunakan kursi mobil alias tempat duduk bayi di kendaraan beroda empat?

 

Baca juga: stroller anak